Al Quran


Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan bahwa taqdir yang Allah ta’aala telah tentukan bisa berubah. Dan faktor yang dapat mengubah taqdir ialah doa seseorang.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِيالْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ

(الترمذي)

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

Sumber : eramuslim.com

"Katakan: Dialah Allâh yang Esa. Allâh tempat bergantung. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada bagi-Nya kesetaraan dengan apapun." (QS Al-Ikhlash 1-4)

Kebenaran adalah konsistensi dengan kebenaran yang lain. Dengan cara ini, tidak akan mudah menulis “Allâh adalah …“, karena tidak ada satu hal pun yang dapat disetarakan dengan Allâh. Pembahasan berikut hanyalah pendekatan yang disesuaikan dengan konsep akal kita yang sangat terbatas ini. Semua kata yang dilekatkan pada Allâh harus dipahami keberbedaannya dengan penggunaan wajar kata-kata itu.

Allâh adalah pencipta dan penguasa alam yang abadi dan alam yang fana. Semua nilai kebenaran mutlak hanya ada (dan bergantung) pada-Nya. Dengan demikian, Allâh Maha Tinggi. Tapi juga Allâh Maha Dekat. Allâh Maka Kuasa. Tapi juga Allâh Maha Pengasih dan Penyayang. Sifat-sifat Allâh dijelaskan dengan istilah Asmaaul Husna, yaitu nama-nama yang baik.

(more…)

Surat Al Faatihah (Pembukaan) yang diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat adalah surat yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap diantara surat-surat yang ada dalam Al Quran dan termasuk golongan surat Makkiyyah. Surat ini disebut Al Faatihah (Pembukaan), karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya Al Quran. Dinamakan Ummul Quran (induk Al Quran) atau Ummul Kitaab (induk Al Kitaab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al Quran, dan karena itu diwajibkan membacanya pada tiap-tiap sembahyang.
Dinamakan pula As Sab’ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang) karena ayatnya tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam sembahyang. (more…)

Kadang kita berpikir bagaimana kehidupan setelah mati?? Bagaimana amalan kita?? dsb. Sebenarnya kita hanya cukup mengucapkan 2 kalimat syahadat saja, tapi dengan catatan mau menerima semua konsekuensinya. Kalimat ini sangat dahsyat karena bila kita mengucapkannya dengan main-main maka kita akan menyesal di kehidupan akhirat kelak, kita akan mendapatkan neraka. Tapi bila kita mengucapkannya dengan sungguh-sungguh dan kita meneguhkan pedirian kita maka Allah akan memberikan kita Jannah (surga).

Allah berfirman dalam surat Fushshilat ayat 30 yang artinya :

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”