"Katakan: Dialah Allâh yang Esa. Allâh tempat bergantung. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada bagi-Nya kesetaraan dengan apapun." (QS Al-Ikhlash 1-4)
Kebenaran adalah konsistensi dengan kebenaran yang lain. Dengan cara ini, tidak akan mudah menulis “Allâh adalah …“, karena tidak ada satu hal pun yang dapat disetarakan dengan Allâh. Pembahasan berikut hanyalah pendekatan yang disesuaikan dengan konsep akal kita yang sangat terbatas ini. Semua kata yang dilekatkan pada Allâh harus dipahami keberbedaannya dengan penggunaan wajar kata-kata itu.
Allâh adalah pencipta dan penguasa alam yang abadi dan alam yang fana. Semua nilai kebenaran mutlak hanya ada (dan bergantung) pada-Nya. Dengan demikian, Allâh Maha Tinggi. Tapi juga Allâh Maha Dekat. Allâh Maka Kuasa. Tapi juga Allâh Maha Pengasih dan Penyayang. Sifat-sifat Allâh dijelaskan dengan istilah Asmaaul Husna, yaitu nama-nama yang baik.
"Dialah Allâh. Tiada Tuhan melainkan Dia. Dia memiliki Asmaaul Husna." (QS Thaha 8 )
Dalam hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah, Asmaaul Husna itu meliputi:
-
Ar Rahman, Maha Pengasih
-
Ar Rahiim, Maha Penyayang
-
Al Malik, Maha Merajai/Memerintah
-
Al Quddus, Maha Suci
-
As Salaam, Maha Memberi Kesejahteraan
-
Al Mu`min, Yang Memberi Keamanan
-
Al Muhaimin, Maha Pemelihara
-
Al Aziiz, Maha Gagah
-
Al Jabbar, Maha Perkasa
-
Al Mutakabbir, Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
-
Al Khalik, Maha Pencipta
-
Al Baari`, Yang Melepaskan [Membentuk, Menyeimbangkan]
-
Al Mushawwir, Yang Membentuk Rupa (makhluknya)
-
Al Ghaffaar, Maha Pengampun
-
Al Qahhaar, Yang Memaksa
-
Al Wahhaab, Maha Pemberi Karunia
-
Ar Razzaaq, Maha Pemberi Rizqi
-
Al Fattaah, Maha Pembuka Rahmat
-
Al `Aliim, Maha Ilmu
-
Al Qaabidh, Yang Menyempitkan (makhluknya)
-
Al Baasith, Yang Melapangkan (makhluknya)
-
Al Khaafidh, Yang Merendahkan (makhluknya)
-
Ar Raafi`, Yang Meninggikan (makhluknya)
-
Al Mu`izz, Yang Memuliakan (makhluknya)
-
Al Mudzil, Yang Menghinakan (makhluknya)
-
Al Samii`, Maha Mendengar
-
Al Bashiir, Maha Melihat
-
Al Hakam, Maha Menetapkan
-
Al `Adl, Maha Adil
-
Al Lathiif, Maha Lembut
-
Al Khabiir, Maha Mengetahui Rahasia
-
Al Haliim, Maha Penyantun
-
Al Azhiim, Maha Agung
-
Al Ghafuur, Maha Pengampun
-
As Syakuur, Maha Pembalas Budi
-
Al `Aliy, Maha Tinggi
-
Al Kabiir, Maha Besar
-
Al Hafizh, Maha Menjaga
-
Al Muqiit, Maha Pemberi Kecukupan
-
Al Hasiib, Maha Membuat Perhitungan
-
Al Jaliil, Maha Mulia
-
Al Kariim, Maha Pemurah
-
Ar Raqiib, Maha Mengawasi
-
Al Mujiib, Maha Mengabulkan
-
Al Waasi`, Maha Luas
-
Al Hakiim, Maka Bijaksana
-
Al Waduud, Maha Pencinta
-
Al Majiid, Maha Mulia
-
Al Baa`its, Maha Membangkitkan
-
As Syahiid, Maha Menyaksikan
-
Al Haqqu, Maha Benar
-
Al Wakiil, Maha Memelihara
-
Al Qawiyyu, Maha Kuat
-
Al Matiin, Maha Kokoh
-
Al Waliyy, Maha Melindungi
-
Al Hamiid, Maha Terpuji
-
Al Mushil, Maha Mengkalkulasi
-
Al Mubdi`, Maha Memulai
-
Al Mu`iid, Maha Mengembalikan Kehidupan
-
Al Muhyii, Maha Menghidupkan
-
Al Mumiitu, Maha Mematikan
-
Al Hayyu, Maha Hidup
-
Al Qayyuum, Maha Mandiri
-
Al Waajid, Maha Penemu
-
Al Maajid, Maha Mulia
-
Al Wahiid, Maha Esa
-
Al Ahad, Maha Esa
-
As Shamad, Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
-
Al Qaadir, Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
-
Al Muqtadir, Maha Berkuasa
-
Al Muqaddim, Maha Mendahulukan
-
Al Mu`akkhir, Maha Mengakhirkan
-
Al Awwal, Maha Awal
-
Al Aakhir, Maha Akhir
-
Az Zhaahir, Maha Nyata
-
Al Baathin, Maha Ghaib
-
Al Waali, Maha Memerintah
-
Al Muta`aalii, Maha Tinggi
-
Al Barri, Maha Penderma
-
At Tawwaab, Maha Penerima Tobat
-
Al Muntaqim, Maha Penyiksa
-
Al Afuww, Maha Pemaaf
-
Ar Ra`uuf, Maha Pengasih
-
Malikul Mulk, Penguasa Kerajaan (Semesta)
-
Dzul Jalaali Wal Ikraam, Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
-
Al Muqsith, Maha Adil
-
Al Jamii`, Maha Mengumpulkan
-
Al Ghaniyy, Maha Berkecukupan
-
Al Mughnii, Maha Memberi Kekayaan
-
Al Maani, Maha Mencegah
-
Ad Dhaar, Maha Memberi Derita
-
An Nafii`, Maha Memberi Manfaat
-
An Nuur, Maha Cahaya
-
Al Haadii, Maha Pemberi Petunjuk
-
Al Baadii, Maha Pencipta
-
Al Baaqii, Maha Kekal
-
Al Waarits, Maha Pewaris
-
Ar Rasyiid, Maha Pandai
-
As Shabuur, Maha Sabar
Mengimani sifat-sifat Allâh ini wajib. Dampaknya, menurut Abul A`la Maududi adalah:
-
Menghilangkan pandangan yang sempit, picik, suram
-
Menanamkan kepercayaan diri
-
Menumbuhkan sifat rendah hati, damai, dan ikhlas
-
Membentuk sikap luhur, kesatria, teguh, tabah, sabar, optimis
-
Mengembangkan kepatuhan pada peraturan Allâh
February 26, 2008 at 6:05 pm
apakah dengan menyebut ASMAULHUSNA tiap hari akan mendapat jaminan masuk surga&apakah membacanys tiap hari akan dapat menghapus dosaku yang banyak?
December 23, 2008 at 5:12 am
Insya 4w1, karena Allah senang jika ada hambanya yang memohon kepadaNya dan memujiNya